Serangan siber berkembang dengan cepat dan menjadi ancaman nyata bagi perusahaan. Tanpa praktik cyber hygiene yang kuat, bisnis berisiko mengalami kebocoran data, pencurian informasi sensitif, hingga gangguan operasional akibat serangan siber.
Cyber hygiene adalah serangkaian langkah preventif yang bertujuan untuk melindungi aset digital, data, dan infrastruktur IT dari ancaman yang terus berkembang. Dengan menerapkan praktik keamanan yang tepat, perusahaan dapat mengurangi risiko pelanggaran keamanan dan meningkatkan ketahanan terhadap serangan siber.
Strategi Utama Cyber Hygiene untuk Keamanan yang Lebih Baik
Agar bisnis tetap aman dari ancaman siber, berikut adalah beberapa strategi cyber hygiene yang dapat diterapkan:
1. Pemantauan Aset Digital Secara Real-Time
- Mengapa penting?
Perangkat atau perangkat lunak yang tidak terpantau dapat menjadi celah bagi malware dan akses ilegal. Dengan pemantauan yang konsisten, perusahaan dapat mengidentifikasi dan menangani ancaman lebih cepat sebelum berkembang menjadi masalah serius. - Langkah yang bisa dilakukan:
- Menggunakan alat pemantauan yang otomatis untuk mendeteksi perangkat dan sistem yang tidak dikenal.
- Memastikan inventaris aset IT selalu diperbarui untuk menghindari shadow IT.
2. Pembaruan dan Manajemen Patch Secara Otomatis
- Mengapa penting?
Perangkat lunak yang tidak diperbarui membuka celah bagi serangan zero-day dan eksploitasi keamanan. Sistem yang tidak diperbarui adalah target empuk bagi peretas. - Langkah yang bisa dilakukan:
- Menggunakan sistem otomatis untuk menerapkan patch dan memperbarui perangkat lunak.
- Memastikan setiap pembaruan diuji sebelum diterapkan untuk menghindari ketidakcocokan sistem.
3. Backup Data yang Aman dan Terjadwal
- Mengapa penting?
Serangan ransomware dapat mengunci akses data penting perusahaan. Tanpa cadangan yang aman, bisnis berisiko kehilangan data atau harus membayar tebusan besar. - Langkah yang bisa dilakukan:
- Menggunakan solusi backup otomatis dan terenkripsi.
- Menguji cadangan data secara berkala untuk memastikan dapat dipulihkan jika terjadi serangan.
4. Kontrol Akses yang Ketat terhadap Data Sensitif
- Mengapa penting?
Akses yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kebocoran data akibat kesalahan manusia atau penyalahgunaan informasi oleh pihak internal. - Langkah yang bisa dilakukan:
- Menerapkan prinsip least privilege, memastikan hanya pengguna yang benar-benar membutuhkan akses yang diberi izin.
- Menggunakan sistem otomatis untuk mencabut akses pengguna yang sudah tidak aktif.
5. Pengelolaan Kata Sandi yang Kuat dan Aman
- Mengapa penting?
Kata sandi yang lemah dan sering digunakan ulang adalah salah satu penyebab utama peretasan akun. - Langkah yang bisa dilakukan:
- Menggunakan kebijakan kata sandi yang kuat dan diperbarui secara berkala.
- Memanfaatkan password manager untuk menyimpan dan mengelola kredensial dengan aman.
6. Multi-Factor Authentication (MFA) untuk Lapisan Keamanan Ekstra
- Mengapa penting?
Jika kata sandi dicuri, MFA dapat mencegah akses tidak sah dengan memerlukan verifikasi tambahan. - Langkah yang bisa dilakukan:
- Menggunakan verifikasi biometrik, OTP (One-Time Password), atau aplikasi autentikasi untuk keamanan tambahan.
7. Menerapkan Prinsip Zero Trust Security
- Mengapa penting?
Serangan internal dan pencurian kredensial semakin meningkat. Dengan Zero Trust, setiap akses harus diverifikasi, tanpa asumsi kepercayaan. - Langkah yang bisa dilakukan:
- Menerapkan kebijakan akses berbasis autentikasi ketat.
- Menggunakan sistem yang dapat mendeteksi dan membatasi akses yang mencurigakan.
8. Menggunakan Solusi Keamanan yang Canggih dan Terintegrasi
- Mengapa penting?
Menggunakan solusi keamanan yang tidak memadai dapat meninggalkan celah besar dalam sistem pertahanan perusahaan. - Langkah yang bisa dilakukan:
- Memilih solusi keamanan yang mampu mendeteksi dan merespons ancaman secara otomatis.
- Memastikan alat keamanan dapat terintegrasi dengan infrastruktur IT yang ada.
Pentingnya Cyber Hygiene untuk Kelangsungan Bisnis
Serangan siber bukan hanya menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga dapat mengganggu operasional bisnis. Dengan menerapkan praktik cyber hygiene yang tepat, perusahaan dapat mengurangi kemungkinan serangan dan meningkatkan ketahanan terhadap ancaman siber.
Kesadaran akan keamanan siber bukan lagi opsi, tetapi kebutuhan bagi semua bisnis di era digital.
Jangan Tunggu Hingga Terjadi Serangan—Ambil Langkah Sekarang!
Jika bisnis Anda belum menerapkan cyber hygiene yang kuat, sekaranglah saatnya untuk memperkuat pertahanan Anda. Keamanan siber bukan sekadar tren, tetapi fondasi utama bagi bisnis yang ingin bertahan dan berkembang di era digital.
Lindungi bisnis Anda dengan solusi keamanan siber berbasis AI dari Peris.ai. Jangan biarkan celah keamanan menjadi pintu masuk bagi peretas—ambil tindakan sekarang!









